Showing posts with label Aktivitas. Show all posts
Showing posts with label Aktivitas. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Salak Pondoh, Oleh-oleh Khas Yogyakarta


Salak Pondoh, merupakan salah satu oleh2 khas Yogyakarta, hubungi 082138909096 utk Pesan Layan Antar wilayah Jogja. Budidaya Salak Pondoh ini banyak dilakukan oleh petani di Turi, Sleman, Yogyakarta. Salak Pondoh Turi mempunyai tekstur dan rasa yang berbeda dibanding salak pondoh Sleman yang lain. Hal ini kemungkinan lebih disebabkan oleh kondisi tanah dan klimatologi daerah tersebut. Sehingga tidak heran jika kemudian pasar salak banyak yang menginginkan kiriman dari daerah tersebut. Kondisi ini ‘memaksa’ harga salak pondoh khususnya Salak Pondoh Turi menjadi lebih mahal dibanding salak pondoh sejenis.

Jenis Salak Pondoh
Salak pondoh mempunyai beberapa jenis yang dibagi berdasar :
a.       Tekstur rasa dan warna kulit :
Di samping jenis salak pondoh biasa yang memang bertekstur buah kres, rasa manis tanpa kesat dan asam, dibungkus warna kulit buah kecoklatan, ada jenis salak pondoh lain di pasaran, yaitu “ :

Thursday, September 2, 2010

Lebih dari sekedar UANG

Sudah banyak sistem bisnis, khususnya bisnis pulsa, baik yang konvensional maupun menggunakan sistem jaringan bermunculan. Jumlahnya bukan lagi puluhan tetapi bisa jadi sudah mencapai ratusan. Tetapi sekali lagi, Insya Allah semuanya telah ada 'jatah' sendiri-sendiri dari Allah, sehingga kita tidak perlu merasa harus saling bersaing, berkompetisi, yang muaranya harus ada yang merasa menang atau kalah. Kelihaian - kepiawaian masing-masing hamba dalam menjemput rezqi tersebut yang nantinya akan membedakan besaran hasilnya. Dan di dalamnya juga terkandung haq atau tidak, barokah atau tidak.

Lebih dari itu, ONEVISIONET : Sistem Langganan Pulsa mengajak ke semua member dan calon member untuk mendapatkan manfaat lebih dari sekedar uang. Sebab bagi member dan calon member sangat jelas manfaatnya secara pribadi, antara lain KEMUDAHAN berlangganan pulsa bulanan, KEMURAHAN harga pulsa dibanding pembelian di luar. Selain itu, kesempatan setiap member untuk menawarkan manfaat ini kepada orang lain.

Fitrah dasar manusia ada kepuasan dan nilai lebih tersendiri ketika mampu memberi manfaat dan bantuan kepada orang lain. Hanya saja seringkali ketika bantuan tersebut lebih diterjemahkan finansial, maka fitrah dasar tersebut menjadi tertahan. Sebab semisal niatan memberi modal usaha kepada seseorang biasanya dibutuhkan nominal yang tidak sedikit. Dan sepertinya juga tidak banyak orang yang mampu mengambil peran seperti itu.

Berangkat dari hal mendasar tersebut ONEVISIONET : Sistem Langganan Pulsa berusaha menjembataninya. Perangkat dasarnya yaitu handphone dan kebutuhan pulsa, masing-masing sudah punya, sehingga ONEVISIONET : Sistem Langganan Pulsa 'hanya' memberi nilai tambah. Dengan pendaftaran hanya Rp 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah) siapapun relatif mampu menjangkaunya. Kemudahan sistem, kemurahan harga pulsa dibanding beli di luar menjadi faktor tambahan bagi member. Masih ditambah dengan potensi penghasilan yang mampu dihitung secara logis oleh otak kiri, maka tidak berlebihan bahwa semua itu akan menjadi solusi finansial bagi member dan orang-orang di sekitar member.

Ketika ONEVISIONET : Sistem Langganan Pulsa menggunakan sistem pemasaran jaringan, lebih khusus dilengkapi sistem SPILLOVER OTOMATIS sebenarnya dimaksudkan untuk lebih menguatkan kemanfaatan tadi. Semuanya Insya Allah berusaha dimudahkan, jadi tidak perlu dipersulit. Siapapun, dengan latar belakang apapun berkesempatan mengambil peran dan manfaat ini. Sampaikan ke semakin banyak orang, agar semakin banyak pula orang yang mengambil peran dan manfaat ini.

Hal lain yang perlu direnungkan dan pertimbangkan, bergabung atau tidak Anda dalam ONEVISIONET : Sistem Langganan Pulsa, tiap bulan Anda menggunakan pulsa. Bedanya ketika bergabung dalam ONEVISIONET : Sistem Langganan Pulsa yang Anda dapatkan UNTUNG dan UNTUNG, sebab disamping keuntungan finansial, Insya Allah juga keuntungan keberkahan di mata Allah.

Sekali lagi ketika Anda mampu membantu, memberi dan memudahkan orang lain, hakikatnya Anda telah 'bertransaksi' dengan Allah. Balasan 'laba' yang dijanjikan Allah biasanya berlipat, Insya Allah tidak hanya berupa hitungan finansial yang memang bisa sangat logis dipahami oleh olah pikir manusia, tapi juga keberkahan dan derajat lebih atas upaya membantu, memberi dan memudahkan orang lain tersebut.

Dan janji Allah adalah KEPASTIAN, tergantung hati kita mau meyakini atau tidak ......

Sunday, October 25, 2009

Momentum Titik Balik

Insya Allah Kamis, 22 Oktober 2009 tempo hari aku telah menemukan momentum titik balik. Sementara belum aku share dulu sebab aku masih menunggu hasilnya sekitar satu dua bulan ke depan.

Kalo semuanya berjalan sesuai rencana, Subhanallah .... Allaahu Akbar ..... Aku masih meyakinkan diri bahwa ini bukan pilihan salah, semuanya tinggal mengikuti skenario yang digariskan oleh-Nya. Tidak ada yang kebetulan, sebab sebelum lahir pun semuanya telah ditulis-Nya. Kalo aku emang dipilih Allah menjadi bagian sejarah itu, sekali lagi aku hanya sanggup mengucap Subhanallah .... Allaahu Akbar ..... sekaligus beristighfar.

Sebuah gabungan teori Power of Giving, Quantum Ikhlas dan entah teori bisnis apa definisinya ... semoga memberi hasil sesuai rencana. Yaa ... Allah aku tetap mohon bimbinganmu untuk tetap bertawadlu kepada-Mu, dan tidak tuulul amal. Sebab Engkau telah menggariskan seberapa bagianku, dan seberapa yang bukan untukku ...

Aku mohon doa semuanya ......

Tuesday, December 2, 2008

Karena CINTA (intro)

Siang ini rasanya 'gatel' pingin nulis, lumayan waktu juga ga update blog.

Salah satu hal yang sangat mengasyikkan setelah resign dari kerja kantoran adalah aku mempunyai waktu bebas kemana aku pingin tanpa terganggu harus manut jadwal kantor. Pagi ini setelah nganter istri ke kantor berlanjut mampir Soto Ayam DALBIE di samping Telkomsel depan Bank Lippo Jl Sudirman (ini soto ayam paling JOSZ markojoz yang aku jumpai selama aku betah di Jogja, sebenere pernah aku ditawari resepnya 'maklum koneksi Gunungkidul-an' he he, tempatnya relatif sempit tapi ngantrinya...oya biasanya jam 1-an siang dah habis 25-30an ayam kampung jago!!! opo ora top markotop, lho kok malah promo soto ayam !!).
Selesai sarapan aku menuju Gramedia untuk baca2 (kalo tahu ayahnya ke Gramedia biasanya Salma sulungku akan protes kok ga ngajak2, padahal kalo sama dia biasanya 3 jam blm cukup).

Cape dari Gramedia aku nerusin hunting tempat nggo outlet Bubur Ayam Metropolis-2, karena danane rd cupet jadi nyarinya agak terbatas. Sementara konsentrasinya sekitaran kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau sekitaran Jl. Monjali deket Pom Bensin. Pandongane aja semuanya.

Mungkin aku blm pernah menjelaskan kenapa akhir2 ini aku lbh konsen ke kuliner dibanding tas natural dan sleeve laptopku yang lbh dulu muncul. Agak panjang cerita dan pertimbangannya, mungkin di postingan yang lain Insya Allah aku tulis. Yang ga tahu pertimbangannya mungkin akan menjustifikasi aku ga fokus, ming entuk 'upil' atau pun 'upo' (butiran nasi).

Setiap usaha yang aku lakukan, Insya Allah aku selalu mendasari diri dengan pencarian ilmu. Artinya ketika suatu saat mungkin duitnya ga dapet, minimal aku harus dapet ilmune, apapun ilmune. Dan berlatih tafakur ilmu hikmah. Jadi Insya Allah aku ga pernah merasa sia2 langkahku. Bawa ilmu ga berat, kalo pun belum kepake sendiri, ketika diamalkan ke orang lain Insya Allah nilainya akan beda.

Di samping ilmu, Insya Allah aku akhir2 ini mantap mengembangkan kuliner karena CINTA (ceile..). Bener karena cinta!!. Cinta kepada istriku, kpd anak2ku, alm. ibuku .... detailnya Isya Allah di tulisan yng lain.

Salam sukses !!!

Wednesday, July 16, 2008

Catatan 16 Juli 2008

Ditengah kesibukan nyiapin Pelatihan PIZZA plus PASTA 20 Juli, siang kemarin nyempatin ke Toko Buku Togamas, rencananya nyari buku referensi tentang Pizza dan tentang kecap tradisional (lho apalagi nih). Tentang Pizza jelas untuk referensi buat modul pelatihan hari Minggu besok juga khusus pizza kan Insya Allah barengan temen juga nyiapin bisnis pizza yang ke depannya bisa di bussiness opportunity-kan. Kalo kecap Insya Allah 1-3 Agustus ini diminta ikut ngisi materi kewirausahaan tentang produksi kecap tradisional di Cilacap, yang meminta ponakanku disana.

Buku yang saya cari ngga ketemu yang pas, eh malah akhire tertarik bukunya Marketing Revolution-nya Tung Desem. Tempo hari pas masa promo sebelum launching agak2 belum minat khawatir merasa latah aja, walaupun sebenere penasaran. Tapi pas di Togamas ngeliat harganya cuma 156rb, padahal di tempat lain harga resminya dah lebih dari 200rb. Saya pikir aku emang perlu ilmunya, entah untuk referensi, komparasi ataupun kepake apa nantinya. Pokoke niat ingsun golek tambahan ilmu.

Malam harinya setelah tidur agak awal waktu (jam 9.00 malem), jam 00.00 bangun karena belum sholat Isya, eh setelah sholat mau nerusin tidur kok ya susah. Mau nerusin baca Marketing Revolution kok kayaknya malem2 gitu kurang pas. Akhire ambil Quantum Ikhlas-nya Mas Nunu. Emang ngga pernah bosen baca buku ini, dah harus satu2, kata per kata, kalimat per kalimat. Dan emang terasa nikmat.
Satu cuplikannya, anak kecil seringkali mendapatkan kata 'jangan' dan 'tidak boleh' 20 kali lebih banyak daripada kata 'ya' dan 'boleh'. Makanya tak heran setelah besar akan menjadi pribadi yang ragu, miskin inisiatif dan kreatifitas.

Nah lho, bagaimana kita para orangtua mendidik anak2 kita, apakah akan seperti orangtua kita dulu yang mungkin lebih banyak 'melarang' atau tidakkah kita menginginkan anak2 yang penuh inisitif, kreatif, mandiri dan hal2 positif lain. Semuanya tergantung kita ...

Setelah sekitar setengah jam membaca, akhire terasa ngantuk lagi, sambil menuju alam bawah sadarku aku mencoba tersenyum membayangkan telah mempunyai rumah yang asri berikut kolam, kebun seperti impianku selama ini sama impian anakku Salma tentang deskripsi rumah yang diinginkan kelak.

Thursday, April 24, 2008

Akhirnya bisa wedangan di Solo

Dari siang dah woro-woro ke 'Mbak Andhika' saya mau meluncur ke Solo sore, kebetulan ada plan bisnis baru barengan temen (tunggu perkembangan infonya yang Insya Allah akan ada event tanggal 25 Mei). Maghrib dah di-sms Mbak Andhika jadi berangkat ngga, padahal emang rencana berangkat habis Maghrib.

Naik Smash biruku aku berangkat berdua dengan Mas Agus, lengkap dengan sepatu boot AP, jogo2 kalo hujan aja. Tujuan pertama ke Resto Solo-Mio di Jl. Slamet Riyadi samping batik Danarhadi. Resto ini merupakan resto Italy yang dagangannya Pizza Bakar (rodo aneh to, tapi emang konon kabarnya pizza yang legit yang model bakar pake kayu gini bukan pake kompor gas, yo mungkin mirip2 nek Gudeg le masak kudu nganggo kayu gitu deh). Tapi emang aku nyobain legit n crispy banget, lagian beda italian pizza dengan american pizaa kan salah satunya tipis bentuknya ....bener2 mak nyuuuuussss polllll (sayang tiada punya camdig jadi ming iso umuk crito he he).

Setelah ngobrol di Solo-Mio n deal ngadain event tanggal 25 Mei (Insya Allah yakin jadi gerbong duit baru ke belakangnya nanti, mohon mengamini doa ini, mekso ki!!!), segera kontak WBC setelah sebelumnya rodo angel. Dengan GPS manual akhire ketemu juga WBC walaupun sempat rodo kebablasen (tapi nek ra nganggo bingung kan kurang berkesan ha ha).

Di WBC baru ada Mbak Andhika sama mas sopo yo lali aku (maklum kalo kenalan sama cowok terlalu mudah lupa nama, penyakit ki !). Dengan perintah paksa akhire Mbak Riza nyusul, n kita sepakati Mbak Kardi (halah mekso le wagu ki) nyusul di wedangan aja.

Menu wedangan jahe gepuk, susu jahe, sate macem2 m tempe pokoke dibakar. Nuikmat polll ditanggung Mas Vie ngiri dari Jogja nih. Mbak Andhika ming pindah nglekar le turu, ra sopan tenan!. Setelah ngalor ngidul ternyata alarm piala champhion-ku kemarin yang disetel jam 01.40 bunyi, we lha ra kroso ya udah sekalian bubaran aja. Satu sejarah dalam hidupku tercatat : AKU TELAH WEDANGAN DI SOLO, sejarah yang lain pernah tercatat : NDEMOK TUGU JOGJA he he sopo orang Jogja atau yang tinggal di Jogja, yang belum pernah melakukannya?

Thank, konco2 Solo kompak selalu

Monday, April 21, 2008

Tour de Semarang

Dari Jogja berangkat Sabtu pagi pake bis (temen2 berangkat Jumat sore, setelah ternyata sedikit 'curang' mampir hanya untuk 'diobrak-abrik' mindset oleh seorang yang top abiss, tapi sih lah tetep manfaat positif yang dahsyat he he ngiri sebenare tapi emang kalo malem Sabtu Insya Allah aku ga bisa diganggu gugat jadwale untuk upaya 'dandani' ruhani diri.... ceile sok bgt!!!).

Rangkaian tour ke Semarang dimulai setelah mendarat di Semarang 'disesatkan' oleh kondektur bis, tengkiu mas moga aku bener bisa tulus menahan diri untuk tidak misuh atas penyesatannya!!. Nyampe di Pestipal Angkringan disambut temen2 n langsung nyambung aja, rangkaian acara juga langsung nyambung. Motivasi diri dari Pak Yusef Hilmy, dahsyat energi dan pencerahannya. Dialog member TDA (sori banget kalo terpaksa kemarin lontaran omonganku rodo 'jero' n 'njeroke' apa yang dilontarkan oleh Mas Ilik SAS sebelumnya). Tapi kita tetep PISS kok (gayane ky slanker's).
Dialog dengan Pak Har, Pak Bambs, Mas Ilik apalagi Mas Prie GS pada malam sebelum penutupan wah ....ngakak abis n ra sungkan2 misuh A... !! (gaya khas Mas Prie juga Mas Ilik yang selalu 'mrajake' orang sekitare dengan sanjungan2 yang tulus bukan menjilat, padahal beliau berdua ini juga sangat pantas untuk disanjung dan bukan untuk dijilat ha ha muntah!).
Dan dua malem yang selalu 'wareg' adalah mampir sego pecel Mbok SADOR (brand yang unik, mbuh artine opo)) di Simpang Lima.

Dari kelar acara PA, besoknya kita lanjut ke Unissula untuk Goes To Campoes. Dahsyat maaaannn, masuk ruangan dah penuh, nanya ke panitia ada 113 peserta wow rekor nih (maklum mungkin acara bagus cuma CEBAN/sepuluh ribuan, padahal ada Pak Yusef di sesi pertama walaupun hampir 'mutung' he he ternyata motivator juga manusia!!!). Dan setiap gelaran GTC selalu muncul warna-warna baru. Tapi tetep selalu narsis n banci kamera ha ha ha
Yang rada serius mereka minta ada follow up berbentuk bisnis riil n ga cuma simulasi. Itu yang kita semua inginkan RIIL TAKE ACTION syukur DOUBLE ACTION, ora ming Nggambleh thok!! (wadhuh kayane rodo ketularan semarangan atau emang asli Cepu-ne muncul, sebab di jogja biasanya harus kuat ngampet misuh).

Panjang kalo diceritakan, tapi catatan penting yang perlu aku garis bawahi dari tour de Semarang ini :
- menyanjung sangat perlu asal bukan menjilat sebab setidaknya ini untuk mengakui bahwa orang lain itu punya sesuatu yang lebih dengan kata lain sebagai bentuk apresiasi positif, dan yang lebih penting untuk meminimalisir ke-AKU-an diri
- kalo masih tersinggung berarti durung sepenuhnya jadi member TDA (bisa aja Mas Ilik berkata begitu), tapi emang bener sebab masih ada ego AKU yang terusik.
- jangan menunggu menerima untuk memberi, sebab Allah telah banyak memberi dan serakahnya selalu saja kita memaksa meminta dengan mendikte-Nya, sok bener ya manusia. Beri 'ruang' untuk rejeki baru dengan memberikan rejeki yang telah berlimpah diterima untuk diberikan ke yang lain biar yang lain juga berhak merasakannya.
- jangan pake bahasa bisnis dalam berkomunitas, dan jangan pake bahasa komunitas dalam berbisnis, terlebih jangan sampe jeruk memakan jeruk ora mberkahi

Sebenere masih panjang catatannya, tapi saya kira cukup dulu lah. Oya saya masih menunggu STIEKUBANK Semarang yang pingin ngadain GTC juga, cuma karena keburu kemarin ga sempat minta nmr atau email kontak dia, janjinya mereka yang akan kontak.

Semoga semuanya menjadi berkah!!

Monday, February 25, 2008

Aku telah RESIGN !!!

Akhirnya aku harus mengkonfirmasi tentang Resign-ku. Sebenarnya aku nggak pingin woro2 dulu, sebab nggak enak sama Mas Hadi n Pak Ramli he he… yang akhir2 ini detik2 menuju 1 Maret begitu gegap gempita mengalahkan 1 April tahun lalunya Mas Yoyok adik Mas Hadi sendiri. Kuatir dianggep nyalip kiwo !

Niatan untuk resign dari kerjaan kantor sepertinya menjadi menu wajib bagi member TDA. Hanya saja esensinya kan tidak sebatas KAPAN. Dan masing2 situasi dan kondisinya berbeda-beda. Ada yang menempuh revolusi, tetapi banyak yang menempuh evolusi menjadi amphibi dulu. Awalnya aku memilih cara kedua dengan harapan ladang TDA-ku subur dulu. Dan ketika melihat cashflow perusahaan yang agak seret, malah ada yang nyaranin nunggu di PHK aja, lumayan dapet pesangon (kalo ini alasannya kok rasanya lebih kurang manusiawi). Cara kedua ini memberi keraguan dalam perdebatan batin bahwa aku ‘SELINGKUH’. Terlebih bidang yang aku pilih juga sama dengan bidang kerja TDB-ku yaitu natural fashion bags. Untuk bidang yang beda aja ketika jam kantor kita menggunakan waktu semisal untuk main game (dengan alasan refreshing), berpikir atau menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi sebenarnya secara hakikat itu curang dan tidak berkah.

Dari sudut pandangku mungkin aku bisa memberi argumentasi kebenaran pilihan caraku baik tentang konsentrasi perusahaan yang mulai terasa bias, hak2-ku dsb, tetapi dari sudut pandang sebaliknya bagaimanapun aku ada yang kurang pas. Ini tentunya kurang berkah bagiku dan keluargaku. Tetapi saat itu untuk langsung TDA, terus terang sempat ragu. Banyak pertimbangan2 yang ternyata itu semakin memperpanjang waktu dan artinya aku membiarkan diriku berada pada posisi dilematis karena ketidakberkahan tadi.

Allah punya cara tersendiri untuk menyelamatkanku dari perasaan dilematisku ini. Diawali aku invite salah satu temen untuk menjadi member TDA Joglo, akhirnya singkat cerita (maaf disensor sebab ngga etis diceritakan) pimpinanku mengetahui per’selingkuhan’ku. Ketika dikonfirmasi saat itu juga aku mengajukan resign. Beruntung order kantor nggak banyak dan dari kantor sendiri ada rencana untuk berganti dari manufacture menjadi trading, maka sebagai penanggung jawab produksi nggak ada yang secara spesifik harus saya serah terimakan ke calon pengganti, karena emang nggak ada yang mengganti.

Beragam komentar menanggapi proses resignku tadi, baik temen2 di dalam ataupun di luar kantor. Ada yang sebagian yang menyalahkan temen yang melaporkan ke pimpinan tentang per’selingkuhan’ku tadi tanpa konfirmasi ke aku dulu. Ke temenku yang menilai begitu, aku jelaskan dan tegaskan, bahwa temen kantorku telah bertindak benar sebagi staf kantor (aku tidak perlu menilai sudut pandang sebagai teman, khawatir subyektif), dan Insya Allah aku malah harus berterima kasih kepadanya, sebab kalo nggak begitu bisa jadi entah sampe kapan aku masih membiarkan diriku ber’selingkuh’, artinya juga aku membiarkan istri dan anakku ikut menikmati ketidakberkahan tadi.

Ketika malamnya hati2 aku ceritakan keputusanku ke istriku, awalnya sempat kaget tapi setelah aku jelaskan hikmah atas keputusan itu terutama Insya Allah tentang keberkahan tadi, seperti biasa dia menjawab :

“Aku yakin Insya Allah apa yang Ayah pilih benar terlebih pingin menjaga keberkahan untuk keluarga, tapi Ayah punya PR untuk segera mewujudkan rencana2 Ayah sebab ketuhan kita semakin bertambah dan anak2 kita juga semakin besar”

Aku peluk istriku atas kesabaran dan ketulusannya. Subhanallah….sungguh karunia yang amat sangat dahsyat aku dititipi Allah seorang istri dan ibu anak2ku yang begitu sabar dan tulus, tetep memberi support biarpun pilihan TDA-ku belum memberi hasil financial yang menggembirakan. Aku juga entah untuk yang keberapa ratus kali mungkin, memohon maaf nantinya rasa ketidaknyamanan dia menghadapi pertanyaan keluarga (maklum di keluarga mertuaku karyawan minded, berbeda di keluargaku yang sangat mensupport pilihan berusaha sendiri) termasuk mungkin pertanyaan temen2 kantornya.

Rasanya sekarang lebih plong, aku sudah tidak terikat waktu hingga aku bisa ngikut acara Goes To Campus, ataupun nantinya acara2 yang lain. Bisa konsen terhadap planning usaha tanpa dibarengi rasa bersalah.

Allahu Akbar ! aku telah dilimpahi istri dan anak yang Insya Allah sholihah, dilimpahi temen2 TDA yang super dahsyat, yang langsung memberi ucapan selamat atas resign-ku. “Welcome to the Junggle!” kata Mas Awan Laundry. Pikirku aku nggak mau ke hutan mas, sebab hutan sekarang udah pada rusak, nggak banyak yang bisa dijual, aku mending ke supplier aja membuat sample2 baru untuk tasku, terlebih ada rencana kolaborasi dengan Thom Batik dan Mbak Evi, Insya Allah nggak cuma Indonesia!

Aku menata energiku untuk menuju planning usahaku, pertama tetep natural product terlebih beberapa waktu lalu ada respon dari Batam, dia juga bisa punya akses ke Malaysia dan Singapura, moga2 aja deal order. Juga permintaan reseller dari temen2 TDA. Insya Allah jalan semakin lebar.

Karena handycraft amplitudo cashflow-nya biasanya ekstrim, artinya saat high session dan low session sangat timpang, maka aku juga menyiapkan usaha yang mempunyai cashflow harian, tunggu tanggal mainnya yang jelas sudah pesan tempat di jalur Jalan Kaliurang.

Bener2 di TDA kita tidak sendiri. Dan aku tetep ….Insya Allah menuju pribadi yang semakin punya ARTI !

Goes To Campus STIE YKPN Jogja

Ngikut laporan acara Goes To Campus TDA Joglo di STIE YKPN tempo hari ah! Cuma sorry nggak ada photonya mungkin di Pak Bambs ato yang lain.

Sabtu, 23 Februari 2008 jam 11.50 aku masih di bengkel servis Smash biruku yang alhamdulillah bulan ini lunas kredit (he he akhirnya aku dapet BPKB, artinya aku punya cadangan modal. Pas resign pas lunas tanggungan kredit he he). Sesaat setelah kelar servis Pak Bambs calling nanyain jadi ikut GTC nggak? Jelas aja aku bilang wait the minute dah OTW nih!

Bener aja nyampe rumah Pak Bambs temen2 dah pada ngumpul (Awan Laundry, Hatta Pulsa, Thom Batik, Guk Seta, Mas Pipit juga mbak Evi apa ya ?). Mereka berphoto ria di depan rumah pak Bambs, nggak tahu mereka meninggalkan obyek yang bagus yang sedang ganti kostum!! Sejenak kemudian Mas Ichsan Manfaat datang, OK akhirnya bersembilan kita meluncur dua mobil ke Kampus STIE yang megah.

Jam 13.30an, acara Workshop Enterpreneur dimulai diikuti sekitar 70an peserta dari kampus STIE, UII, UPN dan SBI. Biasa…. Perkenalan Tim TDA Joglo yang dipandu Guk Seta. Setelah perkenalan, Guk Seta memancing pertanyaan ke peserta ‘Apa sih yang dimaksud ekonomi Islam?’ sebab emang tema seminar sebelum acara workshop ini tentang ekonomi Islam. Beragam jawaban dari peserta. Kemudian Guk Seta menawarkan sejumlah uang ke peserta siapa yang mau langsung maju ke depan. Sesaat peserta ragu dengan tawaran ini, setelah diyakinkan itu tawaran beneran akhirnya empat peserta maju. Oleh Guk Seta uang yang ternyata 30rb (sepuluh ribuan dan 4 lima ribuan) diberikan kepada peserta pertama yang maju, yang tiga orang kembali.

Kepada penerima uang ini Guk Seta menanyakan maukah yang limaribuan tadi dibagikan ke peserta lain. Akhirnya yang limabelas ribu dibagi, dan dijanjikan yang limaribu sepulang dari workshop diberikan ke pengemis di jalan.

Setelah rangkaian tadi, Guk Seta baru memberi deskripsi bahwa kira2 begitulah Komunitas TDA secara simple menterjemahkan ekonomi Islam. Selaras dengan visi TDA untuk bersama menebar rahmat, juga visi memberi dan melayani.

Dalam kehidupan riil ternyata tidak semua orang mau mengambil peluang, biarpun peluang tsb sudah nyata di depan mata (digambarkan tawaran uang tadi). Dan ketika telah berhasil menangkap peluang hendaknya juga mau berbagi dengan memberikan sebagian hasil ke orang lain. Dalam hal ini tentunya berbagi tidak harus selalu berupa uang, sharing ilmu dan pengalaman pun sebenarnya telah mengaplikasi visi di atas. Syukur mampu berbagi keduanya. Visi melayani bisa digambarkan dengan mengantarkan langsung lembaran limaribuan tadi ke peserta lain.

Atas deskripsi ini para peserta merasa lebih ngeh dengan gambaran Komunitas TDA, banyak diantaranya yang mengangguk-angguk.

Setelah perkenalan, peserta dibagi dua kelompok, yang satu mengikuti main game dipandu Mas Hatta, satunya tetep di ruangan nonton film The Apprentice dipandu Guk Seta.

Ada dua sesi game yang dimainkan bergantian antara kelompok satu dan kedua. Game pertama simulasi proses produksi dan kedua tentang Darst Market. Semua peserta terlihat antusias. Dan dari kesan2nya mereka sangat menikmati betul game tadi.

Terakhir ketika, kesan dari salah satu panitia malah mengkritisi cara game tadi dimainkan terutama untuk game kedua dimana untuk menggambarkan persaingan pasar para peserta yang telah dibagi lima kelompok bersaing memperebutkan pasar dengan melempar permen ke tiga kotak yang disediakan. Secara esensi menurut panitia tadi emang nggak ada masalah tapi ketika caranya dilempar ke kotak tadi dianggap sebagai praktek untung2-an bahkan dia menukil khadis nabi yang melarang praktek untung2-an dengan melempar panah sebagai salah satu bagian dari judi.

Kami hanya bisa saling senyum, tanpa merasa perlu beradu argument dengan panitia tadi. Akhirnya acara ditutup sekitar jam 17an.

Oya, ketika acara berlangsung Mas Yanuar dan Mas Trimuriana datang menyusul. Selesai acara kami meluncur kembali ke rumah Pak Bambs, dan telah disiapkan nasi beserta teman2nya. Sebab oleh panitia ternyata cuma diberikan snack nggak nendang deh, makanya langsung aja diserbu abisss bisss terlebih si Thom dengan badan segedhe itu yang dari siang sudah pucet gemeteran…. he he sorry Thom jadi obyek yang dideritakan lagi.

Selesai makan aku, Thom dan Mbak Evi berembug untuk kolaborasi membuat sample produk natural dikombinasi dengan batik, hasil produknya bisa jadi sandal sleeper, dompet (clutch) atau item lain. Pembaca yang budiman, nantikan episode lanjutan kolaborasi yang Insya Allah dahsyat ini.

Sekitar jam 19.15 aku pamit dan ternyata diamini temen2 yang lain, aku harus meluncur ke Wonosari, nyusul anak istri yang udah berangkat siangnya ke rumah Eyang Uti. Capek sih tapi Uaaasyiik pollll !!!

Thursday, January 24, 2008

Perjalananku 1

Ketika dalam pertemuan di rumah Pak Bamb 20 Januari kemarin Pak Harmanto menyampaikan tawaran peluang dari Parung Farm untuk mensuplai beras organic ataupun komoditas pertanian yang lain. Mendengar nama Parung Farm dan bisnis komoditas agrobisnis, ingatanku jadi mereview sebagian dari catatan perjalanan hidupku beberapa tahun yang lalu (waduh…nggaya rada mellow banget).

Sekitar tahun 2000-2003 aku emang menekuni agrobisnis di daerah Sukabumi. Barengan kakakku Danramil di wilayah sana yang lebih dulu nyemplung di bidang agrobisnis, aku bener2 belajar dari nol mulai dari teknik budidaya, manajemen produksi dan pemasarannya. Dalam perjalanannya ternyata bidang agrobisnis mengasyikkan juga, bahkan saat inipun terkadang aku masih rindu untuk bisa bersentuhan kembali dengan bidang tsb. Di dalamnya banyak hal yang bisa dipake untuk bertafakur atas kuasa Allah.

Awalnya emang cuma sekedar membantu kakak di kebunnya sendiri yang ditanami cabe, tomat, buncis, kapri juga sawi. Kemudian karena melihat hasil kerjaan kita bagus oleh salah satu pengusaha di sana kita diminta mengkoordinasi penanaman jagung hibrida sekitar 40 ha untuk mensuplai perusahaan pakan ternak di daerah Bogor. Selanjutnya kita juga diminta menanam cabe di lahan milik bank swasta, hasil produksinya juga menggembirakan. Gelinya saat itu aku jadinya lebih dikenal sebagai ‘tukang insinyur’ pertanian dibanding gelar kesarjanaanku yang Sarjana Sains.

Terakhir aku dikenalkan dengan seorang petinggi TNI tepatnya Kapuspen TNI saat itu, Marsda Graito Usodo. Beliau sempat heran juga ketika tahu dengan gelar kesarjanaanku tsb aku kerja di perusahaan boneka ekspor. Dan sempat menawari untuk kerja di Jakarta sesuai bidang ilmuku. Dengan referensi beliau sebenarnya aku dan istriku tinggal memilih pingin kerja dimana dan gaji berapa. Tapi karena dari awal aku nggak minat di Jakarta sehingga aku menolak (belagu yo sok ra butuh duit !!). Singkatnya, aku diminta mengelola agrobisnis sayuran dan bunga anthurium potong milik beliau.

Beliau orangnya sangat disiplin (maklum serdadu bo!). Banyak hal positif yang diajarkan ke aku termasuk ‘sama capeknya kenapa tidak jadi yang terbaik’. Tentang membaca dan belajar anakku juga kecipratan ‘virusnya’, sampai saat ini anakku menjadi’predator buku’ untuk menggantikan istilah ‘kutu buku’ sebab katanya istilah kutu terlalu kecil (kalo istilah ini yang ngajarin Helvi Tiana Rosa si pengarang muda itu). Pengetahuanku tentang budidaya dan manajemen produksi tanaman saat itu lumayan bertambah banyak (walaupun sepertinya masih kalah jauh dgn Mas Riza Solo), sebab beliau menyediakan banyak buku dan mengikutsertakan di pelatihan, salah satunya pelatihan kultur jaringan. Opo ora eman ilmune?. Sebenere ketika meninggalkan Sukabumi untuk balik ke Jogja ya eman ora eman. Tapi emang ada alasan yang mengharuskan aku sekeluarga untuk balik ke Jogja, biarpun saat itu Bu Graito sampe menangis menahan kepergian kami. Tapi bawa ilmu kan nggak berat, dan prinsipku kalo pun saat ini belum kepake lagi tapi ketika suatu saat ditularkan ke orang lain kan ‘nilainya’ lain. Jadi sampe saat ini aku nggak pernah bosan untuk belajar biarpun sesuatu yang baru sekalipun.

Pernah suatu kali pulang ke Cepu ngobrol dengan tetangga yang menanam semangka, maklum daerah Cepu termasuk penghasil semangka. Dia mengeluhkan tanaman semangkanya terlihat hijau subur tapi setelah berbunga rontok semua nggak jadi buah, ketahuan kan berapa kerugiannya. Ibarat pegawai PPL Pertanian (rada narsis!!) aku memberi komentar dan advis ke dia. Agak kaget dan surprise ketika mendengar penjelasanku sebab di kampung aku nggak pernah punya riwayat bertani. Setahunya dia aku juga bukan sarjana pertanian. Emang bukan kok !!

Intinya aku jelasin ke dia ada kesalahan dalam teknik pemupukan. Aku memberi analogi sama seperti orang makan bahwa sehari kita makan 3 kali itupun nggak nasi aja, harus ada sayurnya, lauknya, mungkin buahnya. Dan kebutuhan makan 3 porsi tsb tidak diberikan brek satu kali semisal pagi aja langsung 3 porsi. Maklum di daerahku biasanya kalo memupuk semangka sepertinya nggak pake takaran, yang penting banyak dan patokannya kalo tanaman hijau berarti pasti bagus. Padahal tanaman tidak hanya butuh nitrogen (urea dan ZA) tapi juga butuh phospor (TSP), kalium (KCl) yang ketiganya dikenal sebagai unsure makro utama, selebihnya tanaman juga butuh unsure mikro semisal seng, besi, kalsium dll. Penggunaan masing2 pupuk tsb bukan harus dalam jumlah banyak tetapi yang penting harus seimbang, termasuk pengaplikasiannya juga harus tepat. Kesalahan pemakaian bisa berakibat fatal bagi tanaman. Penjelasanku emang nggak sedetail itu mungkin malah mumet nanti dia. Pada prinsipnya tanaman butuh makan untuk tumbuh, berbunga kemudian berbuah. Ketika ada kekurang seimbangan di dalam proses tsb yang muncul seperti kasus yang dia ceritakan di atas. Maklum sebagian besar petani kita emang belum melek pengetahuan apalagi teknologi termasuk yang berhubungan langsung dengan pertanian yang dia geluti tiap hari. Sepertinya Mas Riza lebih paham kondisi petani kita, makanya usahanya untuk lebih memberdayakan petani biar petani kita lebih pinter, siiip tenan!!

Ketika tetanggaku tsb bisa mengerti penjelasanku dan kemudian di lain waktu memberi laporan positif hasil advisku tempo hari, betapa bahagianya diriku. Itulah nikmatnya berbagi.

Khusus tentang Parung Farm, sebelum aku intens di tempat Pak Graito aku sempat ditawari untuk ikut menjadi supervisor di sana khususnya untuk tanaman anggrek. Sekedar info Parung Farm emang lebih dikenal sebagai perusahaan agrobisnis yang memakai teknologi hidroponik dan aeroponik untuk sayuran. Tetapi di dalamnya dia juga mengembangkan anggrek (kebanyakan jenis dendrobium) mulai dari botolan (dia punya laboratorium kultur jaringan sendiri untuk pembiakan anggrek ini) sampai tanaman dewasa dengan wilayah pemasaran nggak cuma Jawa, tetapi juga Sumatra terbesar di Kalimantan.

Gimana temen2 TDA Joglo dengan tawaran Parung Farm kemarin, ada yang menyambut ?? ....to be continued!